Ada yang berbeda jika Ngalamers melewati sepanjang Jalan SW Pranoto, atau di sekitar depan pos polisi sekitar Alun-alun Merdeka Kota Malang. Tempat yang dulu ramai dengan pedagang kaki lima itu, kini disulap menjadi tempat pedestrian (pejalan kaki) yang nyaman dan tampat sejuk.
Sejak sepekan terakhir, Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), mempercantik jalan itu dengan mengusung konsep A Walk to Remember. “Jalan di sana ingin kami buat semacam sepanjang jalan kenangan,” terang Kepala DKP Kota Malang Erik Setyo Santoso seperti dilansir Tribunnews.
Sejak sepekan terakhir, Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), mempercantik jalan itu dengan mengusung konsep A Walk to Remember. “Jalan di sana ingin kami buat semacam sepanjang jalan kenangan,” terang Kepala DKP Kota Malang Erik Setyo Santoso seperti dilansir Tribunnews.
Dilengkapi dengan tujuh kursi, pot bunga serta tambahan penerangan baru, membuat para pejalan kaki bisa sesekali duduk-duduk satai menikmati lalu lintas yang hilir mudik di sekitar jalan yang memang area pertokoan dan mall.
Salah satu pengguna pedestrian, Qomarudin, menganggap kehadiran kursi dan pot bunga tematik tak menganggu pejalan kaki. Lebar pedestrian dianggap masih cukup untuk orang-orang berlalu lalang di sekitar sana. Justru, ia menilai hadirnya kursi-kursi itu menambah aksen yang memperindah.
Rencananya, DKP akan memasang plat wali kota dan mantan wali kota Malang berukuran 1:1 di sepanjang pedestrian. Kemarin, plat bergambar M Anton, Wali Kota Malang saat ini, sudah terpampang. Erik menyebut, saat ini proses pencetakan sudah berjalan untuk plat mantan Wali Kota Peni Suparto. “Nantinya plat semua yang pernah jadi wali kota akan beridiri di sana. Tapi kami terkendala dalam mengumpulkan tinggi dan ukuran badan beberapa wali kota. Orang-orang kami sudah menelusuri itu ke keluarga masing-masing,” tambah Erik.
Tujuan utama dari perubahan itu yakni memperindah ruang kota. Nantinya, tak hanya Jalan SW Pranoto saja yang akan diperindah, tetapi juga Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Kantor Bank Indonesia (BI), Ngalamers.
Salah satu pengguna pedestrian, Qomarudin, menganggap kehadiran kursi dan pot bunga tematik tak menganggu pejalan kaki. Lebar pedestrian dianggap masih cukup untuk orang-orang berlalu lalang di sekitar sana. Justru, ia menilai hadirnya kursi-kursi itu menambah aksen yang memperindah.
Rencananya, DKP akan memasang plat wali kota dan mantan wali kota Malang berukuran 1:1 di sepanjang pedestrian. Kemarin, plat bergambar M Anton, Wali Kota Malang saat ini, sudah terpampang. Erik menyebut, saat ini proses pencetakan sudah berjalan untuk plat mantan Wali Kota Peni Suparto. “Nantinya plat semua yang pernah jadi wali kota akan beridiri di sana. Tapi kami terkendala dalam mengumpulkan tinggi dan ukuran badan beberapa wali kota. Orang-orang kami sudah menelusuri itu ke keluarga masing-masing,” tambah Erik.
Tujuan utama dari perubahan itu yakni memperindah ruang kota. Nantinya, tak hanya Jalan SW Pranoto saja yang akan diperindah, tetapi juga Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Kantor Bank Indonesia (BI), Ngalamers.
sumber : halomalang.com